Mike Tyson Bisnis Ganja, untuk Keperluan Medis?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

tyson-doktersehat
Photo Source: Flickr/nanpalmero

DokterSehat.Com– Mantan petinju kelas berat Mike Tyson dikabarkan kini sedang menjalankan bisnis baru, yakni budidaya ganja atau mariyuana. Sebenarnya, apa alasan dari Tyson menjalankan bisnis yang masih cukup kontroversial ini?

Alasan Mike Tyson membuka bisnis ganja

Bisnis budidaya ganja, mariyuana, atau cannabis yang dimiliki Tyson bernama Tyson Ranch. Ganja yang diproduksi perusahaan ini ditujukan untuk kebutuhan medis dan rekreasi. Ganja ini diproduksi di dalam ruangan atau indoor. Lokasi dari tempat budidayanya tersebar di berbagai tempat, termasuk di negara bagian California dan West Virginia, Amerika Serikat.

Meski bisnis ini baru dibuka beberapa bulan, Tyson mengaku sudah memiliki rencana untuk membukanya sejak lama. Tyson juga sudah lama menggunakan ganja demi keperluan medis, yakni mengatasi rasa sakit akibat efek samping dari seringnya kepala dan tubuhnya terkena benturan saat masih aktif di dunia tinju. Bahkan, ganja juga dijadikan terapi untuk mengatasi masalah pengendalian emosinya.

Produk ganja yang diproduksi oleh Tyson juga cukup bervariasi. Ada yang berupa bunga ganja konvensional, hingga yang berupa ekstraksi ganja berbentuk cairan atau kering. Bahkan, ada cairan khusus yang bisa meredakan masalah nyeri otot.

Tyson mengaku sejak menggunakan ganja sebagai terapi untuk mengatasi masalah pengendalian emosi, ia mengalami perubahan drastis. Dulu, ia dikenal mudah marah dan sering melakukan tindakan kasar, namun kini ia lebih dikenal sebagai pebisnis ramah, motivator, dan lebih dekat dengan keluarga.

Benarkah ganja bisa memberikan manfaat kesehatan?

Kebanyakan masyarakat Indonesia menganggap ganja sebagai benda yang sering diisap dan memberikan efek menenangkan layaknya obat terlarang. Padahal, ganja juga bisa dijadikan banyak sekali produk, termasuk campuran bahan makanan seperti kue atau dijadikan teh.

Jika diolah dengan tepat, ganja memang bisa memberikan manfaat kesehatan. Sebagai contoh, beberapa masalah kesehatan seperti kejang otot pada penderita multiple sclerosis bisa diatasi dengan penggunaan ganja. Bahkan, penderita radang usus parah juga mengalami perbaikan kondisi setelah mengunakannya.

Hanya saja, di banyak tempat ganja memang masih dianggap termasuk dalam barang yang ilegal sehingga penggunaan barang ini untuk kebutuhan medis masih dianggap sebagai sesuatu yang kontroversial.

Beberapa jenis ganja yang sudah digunakan untuk kebutuhan medis

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis ganja yang sudah dipakai untuk kebutuhan medis. Di Amerika Serikat, ada empat jenis ganja yang bahkan sudah mendapatkan izin untuk diproduksi secara legal demi kebutuhan ini.

Berikut adalah jenis ganja tersebut.

  1. Ganja berjenis marinol dan cesamet

Ganja berjenis marinol dan cesamet bisa mengatasi sensasi mual atau gangguan nafsu makan yang dialami oleh pengidap AIDS atau penderita kanker yang mendapatkan efek samping kemoterapi. Penggunaannya sudah diizinkan oleh BPOM Amerika Serikat, Food and Drug Administration pada dekade 1980an silam.

Hanya saja, penggunaan ganja jenis ini juga masih memberikan efek samping sehingga tidak bisa dikonsumsi sembarangan.

  1. Ganja berjenis epidiolex

Obat dari ganja bernama epidiolex telah disetujui oleh FDA untuk digunakan oleh anak-anak yang menderita epilepsi. Hanya saja, penggunaan obat-obatan ini masih sangat terbatas dan harus mendapatkan persetujuan dokter.

  1. Ganja berjenis sativex

Sebenarnya, proses pembentukan obat dari ganja berjenis sativex ini masih dalam proses pengujian. Hanya saja, para peneliti yakin jika obat in bisa dijadikan salah satu terapi untuk mengatasi kanker payudara.

Menariknya, sativex sudah diizinkan untuk digunakan di 20 negara karena bisa mengatasi masalah kejang otot yang sering dialami oleh pengidap multiple sclerosis dan sensasi nyeri akibat kanker.

 

Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Nunung Ditangkap karena Memakai Sabu, Ini Bahaya untuk Tubuh!

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

nunung-doktersehat
Photo Source: radarcirebon.com

DokterSehat.Com– Kabar mengejutkan tentang artis yang memakai narkoba kembali menghebohkan masyarakat. Kali ini, pelawak Nunung dan suaminya, July Jan Sambiran ditangkap polisi akibat memiliki sabu. Keduanya ditangkap bersama dengan seorang pengedar narkoba.

Nunung ditangkap karena kepemilikan sabu

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyebut Nunung dan suaminya membeli sabu seberat 2 gram dari seorang pengedar dengan harga Rp3,7 juta. Penangkapan ketiga orang ini diawali dari laporan masyarakat. Setelah menjalankan tes urine, dipastikan bahwa Nunung dan suaminya juga positif mengunakan narkoba.

Proses penangkapan Nunung dan suami terjadi pada Jumat 19 Juli 2019 siang. Sebelumnya, polisi sempat melakukan pengawasan dan penelusuran di kediamannya. Pihak pertama yang ditangkap adalah Hari Moheriyanto, pengedar narkoba yang bertransaksi dengan Nunung pada pukul 12.30 WIB.

Sekitar 45 menit kemudian, Nunung dan suaminya kemudian digerebek di rumahnya yang ada di kawasan Jalan Tebet Timur, Jakarta Selatan. Setelah digeledah, didapatkan sisa sabu dengan berat 0,36 gram. Sabu ini adalah sisa dari yang dibeli dari sang pengedar sebelumnya dengan berat 2 gram.

Nunung dan suaminya diketahui sudah menggunakan narkoba selama 5 bulan. Tujuan dari penggunaan narkotika ini adalah demi menambah stamina saat bekerja.

“Nunung dan suaminya sudah melakukan transaksi dengan Hari sekitar 10 kali dalam 3 bulan terakhir. Mereka berdua mengaku sudah menggunakan sabu dalam 5 bulan terakhir demi menjaga stamina untuk bekerja. Hasil tes urine juga menunjukkan positif,” terang Kombes Pol Argo.

Bahaya sabu bagi tubuh seperti yang digunakan oleh Nunung

Sabu atau methamphetamine memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi kondisi saraf kita. Penggunaannya akan memicu efek euphoria, meningkatnya suasana hati, konsentrasi, serta rasa percaya diri. Bagi mereka yang membutuhkan stamina tambahan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, efek dari penggunaan sabu tentu akan sangat terasa.

Dampak kesehatan penggunaan sabu juga sangat berbahaya. Dalam jangka pendek akan memicu:

  • Penurunan berat badan dengan drastis
  • Merusak pola tidur
  • Memicu mual-mual
  • Delusi
  • Gangguan mental (mudah marah, lebih agresif, mengalami halusinasi, mudah cemas, atau menjadi hiperaktif)

Sabu juga bisa menyebabkan efek seperti kejang-kejang, apalagi jika dikonsumsi dengan berlebihan.

Dampak jangka panjang penggunaan sabu

Sabu bisa menyebabkan dampak ketergantungan.

Pengaruh dari narkoba ini sangatlah dahsyat sehingga bisa membuat tubuh kehilangan nafsu makan dengan drastis dan akhirnya memicu kekurangan nutrisi. Bahkan, pembuluh darah juga bisa mengalami kerusakan parah akibat hal ini.

Jika sampai pembuluh darah rusak, maka denyut jantung juga akan meningkat drastis demi membuat oksigen bisa terdistribusi ke berbagai bagian tubuh. Sayangnya, hal ini bisa memicu kerusakan jantung, menyebabkan masalah aritmia, hingga memicu stroke yang berpotensi mematikan.

Cara berhenti menggunakan sabu

Mengingat kemampuannya dalam memicu ketergantungan, berhenti menggunakan sabu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Bahkan, banyak mantan pengguna sabu yang mengaku masih merasakan gejala dan keinginan untuk menggunakannya lagi meski sudah sangat lama tidak lagi mengonsumsinya.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan sabu dalam merusak sistem di dalam otak yang mengendalikan hormon serotonin dan dopamine, hormon yang bisa membuat kita merasakan tenang dan berbahagia.

Melihat fakta ini, pengguna sabu memang sebaiknya meminta bantuan dokter atau datang ke tempat rehabilitasi demi membantunya mengatasi kecanduan obat terlarang ini. Prosesnya tentu akan sangat berat dan bisa saja berlangsung sangat lama, namun hal ini perlu untuk dilakukan demi mencegah dampak yang jauh lebih buruk jika terus menggunakan sabu.

Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Seniman Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

arswendo-doktersehat
Photo Source: Media Indonesia/M. Irfan

DokterSehat.Com– Seniman Arswendo Atmowiloto yang dikenal luas sebagai penulis novel Keluarga Cemara dikabarkan tutup usia hari ini, Jumat, 19 Juli 2019 di usia 70 tahun. Salah satu keluarga Arswendo, Merry Thung menyebut Arswendo meninggal pada pukul 17.50 WIB.

Arswendo Atmowiloto meninggal karena kanker prostat

Jenazah Arswendo dikabarkan masih disemayamkan di rumah duka yang ada di Pesanggrahan, Jaksel. Sejak 24 Juni 2019, kondisi kesehatan Arswendo yang mengidap kanker prostat mengalami penurunan hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Dua bulan terakhir, Arswendo bahkan disebut-sebut sampai dua kali menjalani prosedur operasi demi mengatasi kanker prostat yang diidapnya.

Berbagai faktor penyebab kanker prostat

Berdasarkan data yang dikeluarkan pada 2011, kanker prosat ternyata menjadi penyebab kanker terbanyak nomor 5 di Indonesia. Masalahnya adalah penyakit yang lebih sering menyerang kaum pria ini seringkali disepelekan gejala atau faktor-faktor pemicunya.

Berikut adalah berbagai faktor yang bisa mempengaruhi risiko terkena kanker prostat

  1. Faktor usia

Pakar kesehatan menyebut kanker prostat sebagai masalah kesehatan yang cenderung menyerang pria berusia lanjut. Sekitar 80 persen dari total kasus kanker prostat ternyata menyerang pria dengan usia lebih dari 65 tahun. Hal ini berarti, para lansia memang sebaiknya mewaspadai masalah kesehatan ini.

  1. Memiliki faktor keturunan

Faktor genetik atau keturunan memiliki pengaruh besar bagi risiko kanker prostat. Jika salah satu anggota keluarga memiliki kanker prostat, maka risiko untuk terkena penyakit ini akan meningkat. Hal ini berarti, jika ada keluarga dengan riwayat penyakit ini, kita harus menerapkan gaya hidup sehat demi mencegah kedatangannya.

  1. Mengalami obesitas

Pria yang memiliki masalah obesitas cenderung memiliki risiko lebih besar untuk terkena masalah kanker prostat. Karena alasan inilah kita memang sebaiknya menjaga pola makan yang sehat dan berolahraga secara teratur demi menjaga berat badan tetap ideal.

  1. Pola makan

Pola makan yang sehat tak hanya akan membuat berat badan terjaga, namun akan menurunkan risiko terkena kanker prostat. Jika kita mengonsumsi makanan dengan kandungan kalsium tinggi dengan berlebihan, maka risiko terkena penyakit ini akan naik. Hal ini berarti, kita memang sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi daging merah atau produk susu dengan kandungan lemak yang tinggi.

  1. Berasal dari ras tertentu

Orang-orang yang berasal dari ras Afrika-Amerika, Karibia, Amerika Utara, Eropa Barat Laut, serta Australia cenderung lebih berisiko terkena kanker prostat.

  1. Menderita penyakit menular seksual

Mereka yang menderita penyakit menular seksual seperti gonorea atau klamidia ternyata juga memiliki risiko lebih besar terkana kanker prostat.

Beberapa gejala awal dari kanker prostat yang sebaiknya kita waspadai

Selain faktor pemicu dari kanker prostat, kita juga sebaiknya mewaspadai gejala awal dari penyakit ini.

Berikut adalah berbagai gejala awal dari kanker prostat.

  • Mengalami perubahan kebiasaan buang air kecil layaknya lebih sering ingin melakukannya, khususnya di waktu malam.
  • Sulit untuk menahan keinginan buang air kecil.
  • Mengalami gangguan saat melakukan buang air kecil seperti sulit untuk mengeluarkannya.
  • Aliran urine cenderung semakin lemah atau bahkan putus-putus.
  • Merasa kandung kemih belum benar-benar kosong.
  • Sensasi terbakar saat melakukan buang air kecil.
  • Keluarnya darah pada urine.

Jika kanker sudah mulai menyebar, akan menyebabkan gejala seperti sensasi nyeri pada punggung, pinggang, dan paha, berat badan yang menurun drastis, tubuh yang lelah, hingga tak lagi mampu mengendalikan kebiasaan buang air kecil.

Pastikan untuk memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter jika mulai curiga dengan perubahan kebiasaan buang air kecil demi memastikan apakah terkait dengan kanker prostat atau tidak.

Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Anya Geraldine Ternyata Malas Mandi, Berbahayakah Kebiasaan Ini?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

anya-geraldine-doktersehat
Photo Source: .instagram.com/anyageraldine

DokterSehat.Com– Selebgram Anya Geraldine selalu tampil cantik dan modis, namun belakangan ini ia mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan, yakni kebiasaanya yang malas mandi. Bahkan, Anya bisa saja mandi hanya seminggu sekali. Sebenarnya, apakah kebiasaan malas mandi ini bisa membahayakan kesehatan?

Anya Geraldine malas mandi, seringkali mandi seminggu sekali

Saat tampil di acara salah satu stasiun televisi swasta Indonesia pada Senin (15/7/2019), Anya bahkan menyebut terakhir kali mandi dua hari sebelumnya.

“Aku jarang banget mandi. Bisa seminggu hanya sekali. Jujur saja aku datang ke acara ini juga belum mandi. Mandinya dua hari yang lalu,” ungkap Anya di acara tersebut.

Alasan utama Anya malas mandi adalah karena tubuhnya yang termasuk sangat jarang berkeringat. Hal ini membuatnya tetap merasa nyaman meski jarang mandi, namun sekalinya mandi, Anya bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam lamanya.

“Aku sangat jarang berkeringat. Memang, sebaiknya mandi setiap hari, tapi aku setiap hari ada di ruangan ber-AC dan jarang gerak. Jadi kalau tiba-tiba niat mandi bisa saja sampai 1,5 jam,” ceritanya.

Demi menyiasati kebiasaan malas mandi yang dilakukannya, Anya pun memilih untuk lebih sering memakai parfum, khususnya jika harus pergi ke luar rumah.

“Aku sangat jarang berkeringat jadi tidak begitu mengalami masalah bau badan. Tapi kalau mau pergi pasti memakai parfum,” tearngnya.

Dampak malas mandi bagi kesehatan seperti yang dilakukan oleh Anya Geraldine

Pakar kesehatan menyebut pada tubuh kita terdapat sekitar 1.000 jenis bakteri dan 40 jenis jamur. Jika sampai kita tidak mandi sekitar dua hari saja, hal ini sudah cukup untuk memicu beberapa masalah kesehatan seperti bau badan, iritasi, atau masalah kulit.

Berikut adalah berbagai dampak malas mandi yang sebaiknya kita waspadai.

  1. Sistem kekebalan tubuh semakin menurun

Masih banyak orang yang menyepelekan pentingnya mandi bagi kesehatan. Padahal, dalam realitanya mandi bisa menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Jika kita malas mandi, dikhawatirkan akan menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan mandi dalam menghilangkan berbagai macam bakteri penyebab penyakit dari dalam tubuh. Selain itu, air dingin yang menerpa tubuh bisa membuat peningkatan aktivitas sel darah putih yang akhirnya membuat sistem kekebalan tubuh menjadi semakin kuat.

  1. Risiko flu semakin besar

Jarang mandi akan membuat virus dan bakteri lebih banyak ditemukan di dalam tubuh. Salah satunya adalah virus penyebab flu. Selain itu, malas mandi juga bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat kita lebih mudah diserang sumber penyakit.

Bahkan, jika kita tetap malas mandi saat sedang terkena flu, risiko penyakit ini menjadi semakin parah akan naik. Karena alasan inilah sebaiknya tetap mandi dan menggunakan air hangat demi meredakan masalah kesehatan ini.

  1. Kulit akan menjadi lebih kusam

Kulit yang jarang terkena air akibat malas mandi akan lebih mudah kehilangan kelembapannya. Proses regenerasi sel-sel kulit mati juga akan mengalami gangguan. Hal ini tentu akan membuat kulit menjadi lebih kusam.

Bahkan, pakar kesehatan menyebut malas mandi akan membuat kita lebih cepat mengalami penuaan dini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kotoran yang menempel pada kulit dan akhirnya merusak kondisinya.

  1. Membuat tidur tidak nyenyak

Badan yang gerah dan kotor karena malas mandi bisa membuat kita susah tidur atau mengalami tidur yang tidak nyenyak.

  1. Susah berpikir dengan jernih

Tubuh yang terasa tidak nyaman, kotor, gerah, dan lemas akibat malas mandi akan membuat kita kesulitan untuk berpikir dengan jernih atau berkonsentrasi saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Hobi Minum Bubble Tea, Remaja Ini Hampir Tewas

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

bubble-tea-doktersehat
Photo Source: Flickr/ljguitar

DokterSehat.Com– Bubble tea kini telah menjadi salah satu minuman yang digemari oleh banyak orang, khususnya para anak muda dan remaja. Rasanya yang manis ditambah dengan adanya bola-bola bubble tea yang kenyal membuatnya menjadi semakin nikmat. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut minuman ini tidak sehat. Bahkan, jika diminum setiap hari, bisa memicu datangnya masalah kesehatan. Hal inilah yang sayangnya terjadi pada seorang remaja dari Tiongkok ini.

Minum bubble tea setiap hari hampir saja membuat nyawa remaja ini melayang

Dilansir dari World of Buzz, sang remaja malang ini bernama Xiao Ying. Ia dilarikan ke rumah sakit karena hilang kesadaran. Xiao dikenal sebagai remaja dengan selera makan yang besar. Hanya saja, sebelum tidak sadarkan diri, ia mengaku selalu merasa haus namun kehilangan nafsu makan. Yang diinginkannya hanyalah terus minum air dalam jumlah yang sangat banyak.

Setelahnya, Xiao merasakan sensasi tidak enak badan, mual-mual, dan muntah. Xiao kemudian hilang kesadaran sehingga akhirnya dilarikan ke layanan medis terdekat.

Setelah sampai di rumah sakit yang ada di kawasan Hangzhou, Xiao pun langsung diperiksa secara inteksif. Hasilnya adalah, kadar gula darah di dalam tubuhnya sangat tinggi, sekitar 20 kali lebih banyak dari yang dimiliki remaja seusianya. Sebagai informasi, normalnya kadar gula darah di usia remaja hanyalah 3,9-6,1 mmol/L, namun di dalam tubuh Xiao mencapai 124 mmol/L!

Dokter langsung mendiagnosisnya terkena ketoasidosis diabetik. Kondisi ini menandakan kadar gula darah yang sangat tinggi dan terganggunya proses produksi insulin di dalam tubuh. Kondisi ini juga membuat keseimbangan elektrolit di dalam tubuhnya terganggu. Dokter bahkan sampai menyebut Xiao cukup beruntung karena tidak sampai tewas akibat kondisi ini.

Remaja berusia 16 tahun ini diketahui hobi mengonsumsi gorengan, minuman bersoda, dan bubble tea. Bahkan, konsumsi bubble tea yang dilakukan Xiao disebut-sebut bisa lebih dari satu gelas setiap hari. Akibatnya, berat badannya naik drastis hingga mencapai 100 kg!

Bahaya lain dari kebiasaan minum bubble tea

Pakar kesehatan menyebut kebiasaan mengonsumsi bubble tea memang bisa membahayakan kondisi kesehatan. Karena alasan inilah kita sebaiknya membatasi atau bahkan menghindarinya.

Berikut adalah berbagai bahaya yang bisa didapatkan dari kebiasaan mengonsumsi bubble tea.

  1. Bisa memicu gangguan pencernaan

Bola-bola kenyal yang ada di dalam bubble tea ternyata sulit untuk dicerna oleh perut. Selain dibuat oleh tepung tapioka, bola-bola ini biasanya memiliki kandungan zat pengawet dan pengental yang bisa memicu gangguan pencernaan dan konstipasi jika terlalu banyak dikonsumsi.

  1. Tinggi kandungan gula

Pakar kesehatan menyebut satu porsi bubble tea yang kita beli bisa saja memiliki kandungan gula sebanyak 34 gram. Jumlah ini hanya lebih sedikit dari batasan maksimal konsumsi gula harian yang mencapai 50 gram. Padahal, kita juga mengonsumsi gula dari makanan dan minuman lain yang kita konsumsi setiap hari.

Kebiasaan mengonsumsi bubble tea bisa meningkatkan risiko diabetes dan obesitas dengan signifikan.

  1. Tinggi kandungan kalori

Di dalam satu porsi bubble tea, terdapat sekitar 300-400 kalori. Ditambah dengan adanya bola-bola kenyal, kandungan kalorinya bisa lebih besar. Hal ini tentu bisa memicu kenaikan berat badan.

  1. Tinggi lemak trans

Tak disangka, kandungan lemak trans di dalam bubble tea juga sangat tinggi. Rutin mengonsumsinya tentu akan meningkatkan risiko terkena kolesterol tinggi dan masalah kardiovaskular yang mematikan.

  1. Meningkatkan risiko kanker

Di dalam bola-bola kenyal bubble tea terdapat kandungan bifenil poliklorinasi yang berpotensi memicu kanker hati serta kanker melanoma jika terlalu banyak dikonsumsi.

Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Awkarin Memakai Obat Xanax, Bolehkah Dikonsumsi Sembarangan?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

awkarin-doktersehat
Photo Source: Twitter/awkarin

DokterSehat.Com– Youtuber dan selebgram terkemuka Karin Novilda atau yang lebih dikenal sebagai Awkarin kembali menjadi perbincangan hangat warganet. Dalam cuitannya pada 13 Juli 2019 lalu, Karin menyebut dirinya terbiasa mengonsumsi obat Xanax. Banyak warganet yang kemudian menyebut cuitannya kontroversial karena dikhawatirkan bisa membuat followers Karin mengikuti kebiasaannya mengonsumsi obat tersebut.

Awkarin menggunakan obat Xanax

Beberapa warganet menyebut konsumsi Xanax yang diperuntukkan untuk depresi atau gangguan mental lainnya tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Masalahnya adalah beberapa orang justru seperti sengaja mengonsumsinya layaknya sebagai gaya hidup yang biasa. Padahal, penggunaan obat ini harus berdasarkan resep dokter.

Salah satu warganet Twitter dengan akun @tontham bahkan sampai menyebut konsumsi obat Xanax berpotensi menyebabkan overdosis. Hal ini dibuktikan oleh kasus kematian diva pop internasional, Whitney Houston.

Beberapa jam setelah cuitan tentang konsumsi obat Xanax-nya menjadi perbincangan hangat, Karin kembali menulis cuitan lainnya. Ia mengaku mendapatkan obat-obatannya dari psikiater. Hal ini berarti, Karin mengonsumsinya sesuai dengan resep dokter.

Hanya saja, sebagian warganet terlanjur menganggap cuitannya sebelumnya bisa membuat beberapa orang yang memang sedang mengalami gangguan mental atau depresi mengonsumsi obat Xanax sembarangan.

Apa Itu Xanax?

Pakar kesehatan menyebut Xanax sebagai salah satu jenis obat benzodiazepine. Obat ini diperuntukkan untuk mengatasi depresi, serangan panik, hingga kecemasan berlebihan. Obat yang bisa menjadi penenang ini memiliki kandungan alprazolam.

Xanax biasanya aman untuk dikonsumsi 3 kali sehari dengan dosis 0,25 hingga 0,5 mg. Hanya saja, dosis ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setiap pasien. Hal ini berarti, konsumsinya memang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan dan harus berdasarkan resep dokter.

Fungsi Obat Xanax

Kandungan alprazolam di dalam obat Xanax akan mempengaruhi kinerja otak dan saraf sehingga bisa memberikan efek menenangkan. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan zat kimia alami di dalam otak bernama asam gamma aminobutirat.

Beberapa fakta terkait obat Xanax yang patut diketahui

Selain harus dikonsumsi sesuai dengan resep dokter dan tak boleh diminum sembarangan, pakar kesehatan menyebut ada beberapa fakta lain tentang obat Xanax yang sebaiknya kita waspadai.

Berikut adalah fakta tersebut.

  1. Xanax bukanlah obat tidur

Cukup banyak orang yang menganggap Xanax sebagai obat tidur. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam membuat pikiran menjadi lebih tenang dan mengantuk. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut Xanax tidak bisa disamakan sebagai obat tidur sehingga tidak boleh dikonsumsi orang yang menderita insomnia.

Xanax bisa disebut sebagai obat antiansietas atau berfungsi sebagai pereda kecemasan. Bagi sebagian orang dengan kondisi bipolar yang sampai mengalami gangguan kecemasan, mudah panik, sulit bernapas, hingga jantung berdebar-debar, bisa diberi obat ini asalkan disarankan oleh dokter.

  1. Xanax bisa menyebabkan ketergantungan

Xanax ternyata bisa memicu ketergantungan jika sembarangan dikonsumsi. Bahkan, bagi mereka yang sudah pernah mengonsumsi narkoba atau minuman beralkohol, risiko ketergantungan ini bisa semakin meningkat.

  1. Bisa memicu pikun

Meski tidak selalu terjadi pada semua orang, konsumsi Xanax dalam jangka panjang bisa saja menyebabkan efek pikun. Hal ini disebabkan oleh kandungan di dalam Xanax yang bisa menghambat transmitter otak berjenis asetilkolin yang mengendalikan memori jangka pendek.

  1. Justru bisa memicu depresi

Jika yang mengonsumsinya adalah orang biasa yang sebenarnya tidak membutuhkan obat Xanax, penggunaan obat ini justru bisa memicu depresi, kegelisahan, dan insomnia.

  1. Bisa merusak fungsi seksual

Penelitian yang dilakukan oleh Varant Kupelian yang berasal dari New England Research Institutes menghasilkan fakta bahwa konsumsi Xanax sembarangan bisa meningkatkan risiko impotensi bagi pria.

Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

5 Fakta Tentang Megalomania yang Disebut Oleh Rai D’Masiv

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

dmasiv-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/MusicaStudios

DokterSehat.Com– Pentolan band D’Masiv, Rian dan Rai diketahui terlibat dalam keributan di atas panggung. Dalam video yang beredar di berbagai akun media sosial, terlihat bahwa vokalis dan bassis dari salah satu band yang cukup populer di Indonesia ini sempat saling adu pendapat. Beberapa saat kemudian, Rai mengunggah Instagram Stories yang bertuliskan “F**k Megalomania.” Sebagai informasi, megalomanis adalah salah satu masalah kesehatan mental. Seperti apa sih yang dimaksud dengan megalomania?

Mengenal Megalomania yang disebut oleh Rai D’Masiv

Tak hanya adu mulut dengan sang vokalis, di video terlihat jelas bahwa Rai sampai melepas gitar bass yang dikenakannya. Ia pun turun panggung meskipun personel band lainnya masih beraksi.

Hingga saat ini belum ada penjelasan dari Musica Studio, label yang menaungi band ini. Banyak orang yang kemudian bertanya-tanya tentang permasalahan di antara kedua anggota D’Masiv ini dan arti dari istilah Megalomania yang disebut oleh Rai.

Berikut adalah beberapa fakta yang terkait dengan istilah megalomania tersebut.

  1. Termasuk dalam gangguan jiwa

Pakar kesehatan menyebut megalomania sebagai salah satu masalah kejiwaan yang bisa membuat pengidapnya mengalami perubahan perilaku, fantasi, hingga menganggap realita yang dialaminya sebagai sesuatu yang tidak benar.

Mereka yang mengidap kondisi ini cenderung selalu ingin dihormati oleh orang lain dan merasa bahwa orang lain memang harus menganggapnya sebagai orang yang penting dan dihargai. Selain itu, mereka juga cenderung sulit untuk berempati kepada orang lain.

  1. Pengidapnya cenderung memiliki obsesi dengan kekuasaan

Berdasarkan sebuah jurnal kesehatan berjudul The Megalomaniac Traits of Personality, dihasilkan fakta bahwa penderita sindrom megalomania cenderung lebih mementingkan diri sendiri. Bahkan, mereka tidak segan untuk menyingkirkan orang-orang yang ada di sekitarnya, termasuk orang-orang terdekatnya hanya demi mendapatkan kekuasaan atau sesuatu yang benar-benar diinginkannya.

Penderitanya juga cenderung memiliki keinginan untuk mendominasi atau bahkan mengeksploitasi lingkungannya dengan berlebihan dan sewenang-wenang.

  1. Termasuk dalam orang-orang yang narsis

Mereka yang mengidap sindrom megalomania cenderung memiliki masalah narsisme atau dalam dunia medis disebut sebagai narcissistic personality disorder. Hanya saja, megalomania bisa membuatnya melakukan tindakan dan cara berpikir yang jauh lebih parah.

Hal ini disebabkan oleh kecenderungan pengidapnya yang menganggap dirinya sebagai orang yang cerdas, handal, berkuasa, memiliki kemampuan yang jauh lebih hebat dari orang lain, dan menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya.

  1. Bisa berbohong demi memuaskan egonya

Istilah megalomania sebenarnya berasal dari Bahasa Yunani dengan arti yang terkait dengan “obsesi yang sangat besar”. Masalahnya adalah pengidap masalah kesehatan ini cenderung bisa melakukan segala cara demi memastikan obsesi ini bisa tercapai.

Sayangnya, mereka bisa saja berbohong kepada orang lain demi hal ini. Bahkan penderita masalah mental ini bisa saja seperti tidak menyadari bahwa tindakan berbohongnya sebagai sesuatu yang tidak benar karena ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Sebagai contoh, ada orang yang ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain sehingga mengaku bahwa dirinya memiliki prestasi hebat di berbagai bidang. Padahal, Dia sama sekali tidak memiliki prestasi tersebut dan menganggap kebohongan yang dilakukannya sebagai sesuatu yang biasa saja.

  1. Memiliki egoisme yang sangat kuat

Mereka yang menderita megalomania memiliki kecenderungan untuk terus mempertahankan ide-ide atau pemikirannya sehingga sulit untuk menerima kenyataan atau pendapat orang lain yang sebenarnya lebih benar. Mereka juga memiliki sifat egoisme yang sangat tinggi hingga rela membelokkan fakta demi mempertahankan pemikirannya.

Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.