Review Hotel Village Bugis Singapura

Review Hotel Village Bugis Singapura

Saya sudah lama pengen nginep di Hotel Village di daerah Bugis yang lokasinya super strategis ini. Alhamdulillah kesampaian juga pas liburan kali ini, meskipun enggak dapat tarif yang murah.

Karena sekolah di sekolah Islam, anak-anak mendapat ekstra libur di hari-hari Tasrik. Saya ajak anak-anak ke Singapura (lagi) karena ada voucher Jetstar $330, refund dari kesialan saya dan Si Ayah ketika jalan-jalan pacaran ke Taipei tahun lalu. Kok ndilalahnya, tanggal itu bertepatan dengan acara Formula 1 digelar di Singapura. Just my luck, harga hotel sudah tentu meroket. 


Saya memesan Hotel Village Bugis lewat website Booking dot com. Alasannya biar bisa mendapatkan pembatalan gratis. Waktu itu saya masih was-was karena sedang merebak virus Zika di negara tetangga ini. Tapi alhamdulillah, kenyataan di lapangan nggak seheboh yang diberitakan. Aktivitas di Singapura tetap normal, berjalan seperti biasa. Tarif Hotel Village semalam untuk tipe kamar keluarga (satu king bed dan satu single bed) sebesar SGD 305 atau kalau dirupiahkan Rp 2.919.541, termasuk pajak dan sarapan untuk 3 orang dewasa dan 1 anak. Hiks, lumayan mahal ya? Tapi memang ini tarif akhir pekan di peak season dan untuk kamar yang bisa dibatalkan. Tarif untuk kamar double bed biasa nggak semahal ini kok, low season mulai Rp 1,7 jutaan. Jadi untuk keluarga yang anaknya dua orang di bawah usia 12 tahun, bisa pesan kamar dengan dua double bed, tidak perlu ekstra bed. Saya pesan family room karena Big A memang sudah 14 tahun, hitungannya orang dewasa. Ouch :p

Biar dapat cashback dari pemesanan di booking.com, saya mengaktifkan akun ShopBack ID. Jadi nanti kita masih bisa dapat uang kembali sekitar 5% dari setiap pemesanan hotel. Lumayan sih, dapat kembalian Rp 191.653 untuk transaksi ini. Ikutan shopback ini cukup menguntungkan buat yang biasa belanja online, baik untuk pesan hotel, tiket pesawat, pulsa, baju-baju, grocery shopping, sampai tiket nonton bioskop. Yang tertarik ngumpulin recehan kayak The Emak, daftar Shopback pakai tautan ini ya, biar dapat bonus Rp 25.000.

Karena tarifnya nggak begitu irit, saya cuma menginap semalam di hotel ini. Yang tiga malam lainnya kami habiskan di Hotel Boss, dekat stasiun MRT Lavender, yang tarifnya lebih bersahabat.

Pintu masuk menuju resepsionis ada di Arab St. Jadi kalau kita naik MRT, turun di stasiun Bugis (jalur hijau), dan keluar dari Exit B yang menuju Raffles Hospital. Untuk urusan exit dari MRT ini jangan sampai salah ya, karena kalau nyasar harus putar jauh banget. Kalau sambil geret koper bisa nangis, hehehe. Jadi mending begitu turun dari MRT, cek peta lokal dulu, daripada nyasar. Dari Exit B kita jalan kaki menyusuri Victoria St sekitar 200m, baru belok kanan ke Arab St. Hotelnya ada di pojokan Victoria St dan Arab St.

Setelah cek out dari Hotel Boss, saya dan anak-anak jalan kaki menuju Hotel Village menyusuri North Bridge Rd. Kami sampai di lobi jam 10 pagi. Resepsionis bilang kamar kami akan siap sekitar jam 11, jadi dia menyarankan kami sarapan dulu di restoran Zam-Zam yang persis di seberang hotel. Dan kami nurut aja. Koper bisa dititipkan di hotel.

Alhamdulillah kami bisa early check in, meski tidak meminta secara khusus sebelumnya. Kami menunggu kedatangan Si Ayah yang menyusul dari Surabaya.

Kamar untuk keluarga ini luas banget. Dibandingkan kamar-kamar hotel di Singapura lainnya yang biasanya mini, kamar kami super legaaa. Big A seneng banget bisa dapat kasur sendiri setelah tiga malam harus rela tidur empet-empetan kena tendangan Little A. Dari ujung kasur ke televisi masih ada ruang untuk bermain dan makan lesehan.

Fasilitas hotel bintang ini terbilang lengkap. Ada mini bar, pembuat teh dan kopi, setrika, hair dryer, brankas, dan sandal kamar. Kamar mandinya juga luas, meski tidak ada bath tub nya. Amenities kamar mandi lengkap, termasuk sabun batangan, sabun cair, shampo, conditioner, serta pasta dan sikat gigi. Saya suka sabun dan shampo-nya, dari bahan tea tree oil. Amenities ini persis seperti yang saya dapat di hotel Rendezvous. Dua hotel ini sama-sama dari grup Far East Hospitality.

TV ada saluran untuk anak-anaknya: Cartoon Network dan Disney Junior. Tapi anak-anak tidak begitu suka CN. Mereka lebih suka bisa nonton youtube dari TV seperti di hotel Boss. Internet di kamar langsung nyambung, tapi sayangnya tidak begitu cepat. Wifinya masih kalah cepat dari hape yang saya belikan kartu telpon lokal Starhub. Ya udah, Si Ayah tethering dari hape saya yang nggak bakalan habis datanya karena beli pulsa $15 dapat bonus 100GB, hahaha.

Fasilitas lain yang cukup unik, hotel ini menyediakan smartphone untuk dipakai selama kami menginap di sini. Isinya informasi destinasi wisata dan diskonan belanja. Fasilitas ini gratis, tapi kalau ada kerusakan pada gadgetnya, bakalan ada denda yang mahal. Saya nggak berani utak-utik, hehehe.

Keunggulan hotel Village Bugis ini di lokasi, lokasi, lokasi. Memang lokasinya sangat strategis di tengah-tengah Arab Quarter/Kampong Glam. Mau makan enak, restoran halal Zam-Zam cuma sepelemparan batu dari hotel. Mau salat berjamaah, masjid Sultan tinggal jalan kaki nggak sampai 3 menit. Pemandangan Sultan Mosque yang cakep banget bisa terlihat dari jendela kamar kami di lantai 10.

Menyeberang jalan dari hotel ada Haji Lane, gang sempit yang terkenal dengan kafe dan ruko-rukonya yang cantik. Hotel ini juga hanya dua gang dari Jalan Pisang, yang ada kafe halalnya (The Lab), bakery halal (Fluff Bakery), dan restoran Hjh Maimunah, warung makan halal yang masuk daftar Michelin guide. Rekomendasi kafe-kafe trendi dan bakery yang halal di daerah Bugis ini, saya tulis di sini.

Sultan Mosque view from our room
selangkah dari hotel, langsung nemu perempatan ini

Hotel Village Bugis juga menyediakan sarapan prasmanan halal. Restoran The Landmark di lantai 5 mempunyai dapur dengan sertifikat halal dari MUIS. Sayangnya ketika kami makan di sana, pilihan menu sarapannya tidak semewah yang kami bayangkan. Pilihan makanannya termasuk di bawah standar untuk hotel sekelas bintang empat. Bahkan pilihan lauk dagingnya hanya chicken nugget. Saya kecewa berat karena memang niat pertama menginap di hotel ini adalah mencicipi sarapan halal, nggak perlu menghindari lauk daging seperti di hotel lainnya. Untuk rasa makanannya pun tidak istimewa. Si Ayah mencoba nasi goreng Singapura, saya mencoba bubur. Rasanya nggak ada rasanya, hiks. Little A juga kecewa karena tidak ada roti pratha dengan kari. Adanya roti puri. 

Sayuran untuk saladnya juga tidak sesegar salad di hotel Boss. Nilai plusnya di sini, ada berbagai macam roti dan pastry, pilihan sereal yang lebih banyak, dan ada egg station-nya. Kita bisa meminta dimasakkan telur sesuai selera. Kalau menurut saya, hidangan sarapannya tidak sebanding dengan tarif hotelnya.

A photo posted by Ade Kumalasari✈️Travel Blogger (@travelingprecils) on

Hotel Village mempunyai kolam renang dan juga gym di lantai yang sama dengan restoran untuk sarapan halal. Tapi kami tidak sempat berenang di sini. Apalagi paginya hujan dan kami harus cepat-cepat menuju Changi untuk mengejar pesawat kembali ke Surabaya.

Overall, kelebihan hotel ini ada di lokasi yang sangat strategis, fasilitas yang lengkap, serta kamar dan luas dan nyaman. Sayangnya sarapannya tidak memuaskan dan harganya juga lumayan mahal. Kalau nggak keberatan dengan tarif hotelnya, memang enak banget nginep di sini, ke mana-mana dekat tinggal jalan kaki. Saya merekomendasikan hotel ini kalau jalan-jalan dengan keluarga membawa orang tua yang tidak kuat jalan jauh.

Pilihan lain untuk hotel yang lebih murah di lokasi ini adalah Hotel Marrison, yang dekat dengan MRT Bugis exit D, atau kalau tidak keberatan tinggal di hostel, ada beberapa pilihan di area Bugis ini. Untuk sarapan halal, banyak warung yang sudah buka di pagi hari, termasuk Zam-Zam, Hjh Maimunah, Sabar Menanti (masakan Padang) dan beberapa warung makan lainnya di sepanjang North Bridge Rd.

~ The Emak

5 Kafe & Bakery Halal di Area Bugis Singapura

5 Kafe & Bakery Halal di Area Bugis Singapura

Fluff Bakery, Muslim Owned

Beberapa tahun belakangan ini banyak muncul kafe dan bakery trendi di Singapura yang dikelola oleh anak-anak muda. Kabar gembira buat kita semua, banyak yang pemiliknya muslim. Jadi meskipun belum memiliki sertifikat halal, bahan-bahan makanan yang mereka gunakan halal semua. Beberapa kafe halal nan trendi tersebut terkonsentrasi di area Bugis, atau sering juga disebut sebagai Arab Quarter atau Kampong Glam.

Area Bugis, di antara stasiun MRT Bugis dan MRT Lavender, memang pilihan utama sebagai base camp untuk traveler muslim. Di sini gampang dijumpai restoran, kafe, dan bakery halal. Dua pilihan restoran halal untuk makan besar (makan nasi) adalah Zam-Zam dan Hjh Maimunah. Zam-Zam lokasinya di 679 North Bridge Rd, persis di seberang Masjid Sultan. Resto ini menyajikan masakan India. Coba deh murtabak-nya yang terkenal enak banget. Sementara restoran Hjh Maimunah adalah salah satu restoran halal yang mendapat Michelin Star (peringkat untuk restoran yang bagus). Restoran ini ada di Jalan Pisang, dua gang dari Zam-Zam. Jenis masakannya Melayu dan Indonesia, kita bisa memilih sendiri sayur dan lauk seperti di warteg 🙂

Kalau tidak ingin makan nasi, cuma pengen nyemil atau nongkrong ngopi-ngopi cantik sambil foto-foto untuk instagram, coba mampir di beberapa kafe halal ini. Lima kafe dan bakery halal di sekitar Kampong Glam ini gampang banget ditemukan.

1. I AM…
Halal: Pemilik Muslim 
Lokasi: 674 North Bridge Road
Jam buka: Senin – Kamis 11:30 – 23.00, Jumat dan Sabtu 11:30 – 01.00, Minggu 11:30 – 22.00
Menu:  
– Charcoal-grilled Beef Burger $13,90
– Fish and Chips $15,90
– Rainbow Mille Crepe Cake 
Instagram: @iamathajilane 

2. The Mad Sailors
Halal: Pemilik Muslim 
Lokasi: 24 Haji Lane
Jam buka: Minggu – Kamis 12.00 – 22.00, Jumat dan Sabtu 12.00 – 23.00
Menu: 
– Cafe Latte/Cappuccino/Flat White $5
– Marmite Honey Wings $9
– Fish and Chips $18-20
– Lemon Tartar Angler Sarnies $20
Website: www.themadsailors.sg
Instagram: @themadsailors

3. FIKA
Halal: Sertifikat MUIS
Lokasi: 257 Beach Road (perempatan Arab Street dan Beach Road)
Jam buka: Minggu – Kamis 11.00 – 22.00, Jumat – Sabtu 11.00 – 23.00
Menu: 
Swedish Meatballs $19,90
-Pasta Bake $17,50 
-Kids set menu $10,90 
-Lunch set menu $19,90
Website: www.fikacafe.com
Instagram: @fikacafesg 

4. The Lab
Halal: Pemilik Muslim
Lokasi: 1 Jalan Pisang
Jam buka: Senin – Sabtu 12.30 – 22.00, Minggu 13.00 – 21.30
Menu: 
Terefrank Buffalo Wings $8,90
– Aglio Olio Pasta $12 
– Heisenberger (Beef burger served with sweet potato fries) $17
Instagram: @the_lab_sg


5. Fluff Bakery
Halal: Pemilik Muslim
Lokasi: 4 Jalan Pisang
Jam buka: Selasa – Sabtu 12.00 – 19.30 atau sampai habis.
Menu: Cupcakes $4 (cupcakes bervariasi, menu diganti tiap minggu)
Instagram: @fluffbakery

Fluff yang lokasinya di seberang restoran Hjh Maimunah ini bukan kafe, tapi toko kue kecil. Jadi nggak bisa makan di tempat, cup cake-nya untuk dibawa pulang. Menurut saya cup cake nya emang enak bangeeeeet. Rotinya lembut, moist, dan pilihan rasanya oke punya. Saya nyoba yang salted caramel, aduuuuh lezatnya, enak banget digigit sedikit-sedikit biar nggak kemanisan, karena karamelnya meleleh dari dalam kuenya. Pilihan rasa duo precils pun enak-enak, saya sempat nyicipin dikit. Nggak sia-sia keluarin $4 demi sebiji cupcake. Coba kalian follow instagram-nya untuk tahu promo-promonya ya.

Gimana, jadi pengen nyobain nggak? Catat dulu deh untuk rekomendasi kalau mau nongkrong di kafe halal. Tapi kalau budgetmu terbatas, bisa melipir ke kafe yang lebih merakyat. Di 17 Bussorah St ada Kampong Glam Cafe yang harganya murah meriah. Kafe tradisional yang selalu ramai ini buka dari jam 8.00 pagi – 02.00 dini hari. Kalau capek jalan-jalan atau shopping di area Bugis bisa mampir sebentar di sini minum teh tarik dan nyemil tahu goreng. Nggak sampai $5 🙂

Selalu ramai
Teh tarik dan tahu goreng bumbu kacang

Ada yang punya rekomendasi kafe halal di sekitar Bugis? Share di komentar ya.

~ The Emak

Boss Singapura, Hotel dengan Sarapan Halal

Boss Singapura, Hotel dengan Sarapan Halal

Traveling ke Singapura kali ini, saya sengaja mencoba hotel yang buffet breakfast-nya halal. Nggak banyak pilihan hotel di Singapura yang restoran dan dapurnya sudah mempunyai sertifikat halal dari MUIS (Majlis Ugama Islam Singapura). Hotel Boss di dekat stasiun MRT Lavender ini salah satunya yang bisa terjangkau oleh kantong saya 🙂

Saya pesan hotel ini dari website Booking.com, yang bisa dibatalkan tanpa denda. Alasannya, karena isu virus Zika yang merebak, saya masih maju mundur syantiek, jadi apa enggak ke Singapura. Saya perlu memesan hotel yang bisa dicancel, dan pilihan terbaik adalah memesan lewat booking dot com. Setelah saya konfirmasikan ke teman-teman yang juga nge-trip ke sana, ternyata kondisi di Singapura nggak seheboh yang diberitakan media. Semua tetap beraktivitas seperti biasa, hanya saya perlu waspada dengan selalu mengoleskan lotion anti nyamuk.

Harga yang saya dapat per malam adalah SGD 161,34, atau Rp 1.583.925 dengan kurs kartu kredit Rp 9.817 per dolar. Harga ini sudah termasuk pajak ya. Tadinya budget saya di bawah $150 per malam. Saya pikir, hotel di Singapura kok mahal-mahal lagi ada apa sih? Ternyata sedang berbarengan dengan Formula 1. Yaelah, baru tahu :p Kalau pas nggak ada acara apa-apa bisa kok tarifnya di bawah $150 atau sekitar 1,4 jutaan.

Untungnya saya punya akun cashback di Shopback ID, jadi saya masih bisa dapat kembalian dari booking-an saya. Lumayan sih, dapat cashback Rp 258.411. Hehe, emak-emak banget lah, duit kembalian dihitung. Etapi lumayan lho balik 5%. Buat kamu yang udah biasa belanja online, beli pulsa, beli tiket bioskop, atau pesan keperluan traveling via online, wajib daftar Shopback ini. Kalau pakai referal dari The Emak, bisa dapat tambahan receh Rp 25.000. Lumayan kan? Daftar di tautan ini ya.

Lokasi Hotel Boss ini cukup strategis, tinggal jalan kaki 5 menit (kalau pakai geret koper 7 menit lah) dari exit B stasiun MRT Lavender. Dari stasiun MRT Changi di Terminal 3, kami naik jalur hijau (EW) yang menuju Joo Koon, turun di Lavender (EW 11). Keluar dari MRT, cari exit B. Dari pintu exit, langsung kelihatan Mc Donalds, di terasnya ada tulisan Hotel Boss 200m. Sebenarnya yang nemu tanda ini Big A, anak saya yang pinter banget jadi navigator. Emaknya sih keluar dari stasiun masih bengong hore, ini harusnya kemana ya? :p

Dari exit B sudah nggak perlu nyebrang lagi, tinggal ikuti trotoar yang lumayan lebar ke arah sesuai tanda di Mc D. Kami melewati sungai kecil yang bersih, dan voila, hotel Boss yang segedhe gaban ini sudah kelihatan. Serius, hotelnya tinggi banget, kamarnya aja ada 1500!

Lobinya tampak mewah dan suasananya selalu ramai. Pelayanan nggak terlalu ramah, tapi sopan dan efisien. Saya bayar booking-an dengan kartu kredit dan langsung dapat kamar. Sayangnya kamar pertama yang kami dapat bau asap rokok. Dududuh, kepala saya langsung kliyengan. Kamar mandinya juga parah banget bau asapnya. Akhirnya saya minta ganti.

Petugas resepsionis minta maaf dan langsung mengganti kamar, tanpa tanya macam-macam. Akhirnya kami dapat kamar di lantai 13, dengan view kota Singapura yang lumayan kece. Sepertinya kamar kami di-upgrade deh. Soalnya kalau kamar superior biasa dapat view-nya taman belakang doang, bukan pemandangan kota. Alhamdulillah.

Fyi, liburan kali ini kami berangkat bertiga saja karena Si Ayah masih ada kerjaan. Kamarnya kecil sih, seperti yang kami dapat di Hotel Marisson di daerah Bugis dulu. Tapi Hotel Boss ini kasurnya lebih nyaman. Bed-nya lebar 150cm, cuma pas buat kami bertiga. Kalau buat tidur berempat ya empet-empetan.

Di samping tempat tidur ada nakas. Tempat colokan ada dua, ditambah dua colokan USB. Colokan listrik di Singapura ini 3 kaki (lihat foto). Jadi kalian perlu bawa universal adaptor. Fasilitas hotel berbintang 3,5 ini lumayan lengkap. Ada minibar (kulkasnya doang), ketel listrik, teh kopi gula krim, hair dryer, dan safe deposit box. Tiap hari kami dapat jatah dua botol air mineral meski air keran di sini aman untuk diminum langsung.

Yang paling disukai anak-anak adalah fasilitas You Tube yang bisa dilihat di TV. Jadi meski saluran TV ini tidak ada channel anak-anaknya, mereka nggak bete karena bisa nonton pilihan mereka sendiri di You Tube. Saya juga hepi-hepi aja karena internetnya lumayan kenceng. Instagraman lancaaaar…

 
 

Hotel ini baru dibuka tahun ini (2016), jadi bangunan dan interiornya masih gress. Kamar mandinya masih kinclong. Meski sempit, kamar mandi cukup nyaman karena showernya terpisah dari toilet, dibatasi pintu kaca. Airnya nggak meluap ke lantai toilet. Pancuran air panasnya mantap, saya jadi rajin mandi, hahaha.



Toiletries yang diberikan standar: sabun cuci tangan, sabun mandi cair, shampoo, sikat gigi, dan pasta gigi. Semuanya enak dipakai dan cukup wangi. Handuk yang disiapkan masih baru dan lembut. Hanya satu kekurangan kamar mandi ini: toiletnya nggak ada semprotan bidetnya. Tapi ya tetap bisa diakali sih, karena tangan saya masih bisa meraih wastafel, saking kompaknya kamar mandi ini :p

Meski kamarnya sempit, kami cukup terhibur dengan jendela lebar dan pemandangan kota yang cantik. Di malam hari kami bisa melihat Singapore Flyer. Di siang hari kami bisa melihat Masjid Sultan dan daerah Kampong Glam. Jendelanya juga bisa buat nongkrong Little A pose-pose ala model 😉

Oh, ya, dari hotel ini juga bisa jalan kaki ke Mustafa Centre di daerah Little India. Mustafa Centre ini buka 24 jam. Jadi kalau mau shopping tengah malam juga bisa. Di dekat Mustafa juga banyak warung dan restoran halal yang buka sampai malam. Saya dan anak-anak jalan kaki santai dari Mustafa, kira-kira lima belas menit sampai di hotel. Biar nggak nyasar, saya pasang apps Citymapper dan Google Map di hape.

Paginya kami semangat sarapan prasmanan karena bisa ambil-ambil semua yang ada. Biasanya kalau di hotel yang restorannya nggak halal, cuma bisa sarapan vegetarian. Bisa sih pesan omlet telur, tapi kadang mereka masaknya campur sama bacon, hehehe. Kalau telur rebus sih aman, seperti ketika kami sarapan di Hotel Meininger Amsterdam

Hotel Boss punya dua restoran untuk sarapan buffet. Yang halal adalah Jubilicious di lantai 4, yang non-halal ada di lantai 1. Kalau tarif kamar belum termasuk sarapan, bisa bayar dulu di resepsionis, bilang minta sarapan halal. Harganya per orang $12.

Pas kami sampai di restoran sekitar jam 8-an, suasana sedang ramai-ramainya. Di luar ada petugas yang mengecek nomor kamar kami. Jadi harus bawa kartu kunci kamar ya untuk dicek. 

Pilihan makanannya lumayan, cuma ramainya yang nggak nguatin. Kami harus menunggu orang selesai makan biar dapat meja. Setelah anak-anak bisa duduk, saya gerilya cari makanan. Pilihan rotinya cuma roti panggang biasa, tanpa pastry, dan itupun antrenya panjang banget. Akhirnya anak-anak saya bawain kentang wedges, chicken ham, sosis, scrambled egg, dan roti pratha dengan kuah kari. Little A seneng banget sama roti pratha dicelup kuah kari, sampai dia minta masakan India terus setiap kali makan selama traveling di Singapura. Di sini tidak ada egg station, jadi pilihan telurnya cuma telur rebus atau scramble. Salad sayurnya cuma ada satu pilihan di baskom besar, tapi sayurannya segar-segar banget. Ada juga pasta salad. Buahnya ada semangka dan jeruk. Saya sempat coba buburnya tapi nggak ada rasanyaaaa, hahaha. Cuma cakep difoto doang :p

Beberapa pilihan makanan lain yang nggak kami coba adalah sereal, mi goreng, dan nasi goreng. Minumannya ada teh, kopi, jus jeruk, dan susu. Lumayan sih, kami bisa sarapan kenyang dengan protein hewani tanpa keluar hotel.

Di samping restoran halal ada tempat bermain, laundromat, tempat setrika, kolam renang, dan gym. Kami tidak sempat coba kolam renang dan gym-nya karena kaki kami sudah gempor jalan kaki berkilo-kilometer di Singapura 😀

Laundry-nya dioperasikan dengan koin. Perlu 5x koin $1 untuk laundry dan 5x koin $1 untuk dryer (pengering). Jadi total sekali cuci kering $10.

 

Berdasarkan pengalaman ini, saya merekomendasikan hotel ini untuk keluarga yang pengen sarapan halal di hotel, yang lokasinya cukup strategis dan harganya juga terjangkau. Kamar standar cukup untuk bertiga. Tapi kalau punya dua anak atau anaknya sudah cukup besar, bisa pesan kamar triple atau family room. Bandingkan tarifnya di hotelscombined ya.

Yang merasa nggak perlu sarapan halal di hotel, bisa pesan hotel V Lavender yang lokasinya lebih strategis, persis nempel sama stasiun MRT. Di bawah hotel, di dekat stasiun ada beberapa pilihan restoran halal untuk sarapan, dan ada juga Mc Donalds yang bersertifikat halal. Ketika saya cek tarifnya bersamaan dengan booking hotel Boss ini, hotel V Lavender cuma sedikit lebih mahal.

Saya sih senang sarapan di hotel. Kan mandinya bisa nanti sehabis sarapan, hehehe :p


~ The Emak